Lokasi bisnis bisa dibilang membawa pengaruh yang sangat besar
terhadap perkembangan sebuah bisnis di masa depan. Apalagi jika bisnis
Anda menitikberatkan operasinya di dunia nyata, bukan online. Misalnya
restoran, stationery, pet shop, distro, florist dan lain sebagainya.
Jadi, bagaimana cara menentukan tempat usaha yang strategis
Biaya yang diperlukan
Faktor pertama tentu saja biaya. Berapa yang dibutuhkan untuk membeli
atau menyewa tanah, peralatan kantor, alat komunikasi, pajak, dan
infrastruktur TI. Anda harus memperhitungkan seberapa tebal budget Anda.
Akan tetapi, Anda juga perlu tahu bahwa biaya murah bukan jaminan. Jika
perusahaan Anda hanya mencari biaya terendah tanpa memperhatikan
kualitas dan kebutuhan, seringkali Anda justru akan berakhir dengan
membayar lebih banyak dari yang Anda perkirakan. Di luar itu, Anda juga
harus memperhitungkan upah tenaga kerja. Ia bisa naik sewaktu-waktu.
Jangan sampai bisnis Anda justru harus memberhentikan karyawan
karenanya, atau bahkan gulung tikar.
Kesediaan tenaga kerja
Seberapa mudah Anda bisa menemukan tenaga kerja di kota tersebut,
atau mereka yang bersedia tinggal di kota tersebut? Misalnya, Anda
mungkin bisa lebih mudah menemukan programmer yang bersedia bekerja di
kota-kota besar karena banyak kampus yang meluluskan programmer di kota
tersebut. Selain lokasi, tenaga-tenaga kerja pada umumnya memiliki
kriteria tersendiri terhadap kantor Anda. Misalnya, apakah kantor Anda
dekat dengan akses jalan, atau harus masuk jauh ke pedalaman.
Infrastruktur yang ada
Misalnya jalan raya, transportasi publik, suplai energi, air, dan
kebutuhan vital lainnya. Semakin dekat bisnis Anda dengan infrastuktur
ini, maka semakin semakin mudah bisnis Anda bisa beroperasi. Selain itu,
juga soal jarak antara lokasi kantor Anda dengan tempat-tempat
strategis lain seperti rumah sakit, kantor pemerintahan, kantor relasi
bisnis Anda, dan tempat-tempat hangout para innovator di industri
Anda.
Kemungkinan pelebaran
Dalam beberapa tahun, bisnis Anda akan bertumbuh, bahkan hingga
menggurita. Jumlah karyawan Anda akan semakin banyak, dan bangunan
kantor Anda akan semakin banyak dan semakin lebar. Sekarang, Anda bisa
mulai memvisualisasikan seberapa besar kantor Anda nanti di masa depan.
Apakah masih di lokasi yang sama, atau pindah ke lokasi lain.
Budaya masyarakat
Setiap wilayah memiliki budaya mereka sendiri-sendiri. Meskipun Anda
bisa saja mengabaikannya, namun tetap saja Anda harus menemukan
lingkungan yang nyaman bagi Anda bekerja. Misalnya membangun pabrik yang
bising, atau peternakan ayam yang menyengat di kompleks tentu saja
sangat tidak disarankan.
Mendekati pelanggan Anda
Anda perlu riset pelanggan. Seberapa besar potensi pasar di sebuah
lokasi. Seberapa besar pasar akan antusias menyambut bisnis Anda jika ia
berdiri di tengah pasar tersebut? Apabila Anda bukan orang yang suka
riset, maka Anda bisa membidik kompetitor. Karena mereka membuka lokasi
di tempat tersebut, tentu sudah dengan melakukan riset tersendiri.
Misalnya ketika Indomaret berdiri di sebelah Alfamart, dan sebaliknya.
Keduanya saling membidik.